Kamis, 11 Desember 2008
Sejarah baru!!! -PEMILU ala Mahasiswa bag.2-
PEMILU ala Mahasiswa
PEMILU ala mahasiswa…
Tgl 11 desember ini, bagi sebagian orang adalah merupakan tanggal yang sangat menentukan, menentukan masa depan,kepentingan,atau mungkin nasib bagi golongannya.. ya.. tgl 11 ini bagi mahasiswa di lingkungan UNDIP sedang d adakan pesta Demokrasi-atau mungkin demoCrazy- terbesar dan serentak d seluruh fakultasnya alias PEMIRA. Di fakultas saya, ada sebuah kejadian aneh yang mungkin ini baru sekali ini terjadi dalam sejarah PEMIRA di FK UNDIP. Surat suara untuk jatah angkatan 2005 hilang sebanyak 44 suara, jadi jumlah pemilih yang terdaftar di daftar hadir dan jumlah surat suaranya tidak sama.. hilang dimana?? Itulah anehnya,, enggak ada yang ngerasa ngambil dan salah,,, ya akhirnya kaya td ga slese2….Sampai saya pulang dari lobby kampus tadi-maksud awal untuk ngenet, tapi ternyata ada banyak orang pada ngeliat penghitungan suara- masalah itu belum selesai dibicarakan antara KPR&PPR dengan kubu masing2 calon(Yanuar &Hanin). Kayanya sih tadi sempet tensi tinggi juga…Keputusan terkhir yang saya dengar dari teman via hp, masalah ini nantinya akan d serahkan k bem… smoga sih nanti ga ada buntutnya d belakang…
Nah,, skrg gnti topic lain… Untuk pemilihan senat d angkatan saya, sudah terpilih orang2 yang nanti diharapkan bisa mewakili suara angkatan saya-2006- yaitu Rizky,Ginanjar,Ridlo,Zaky,&Faiz/ingga -suaranya sama, mekanisme selanjutnya diserahkan kepada angkatan untuk menentukan siapa yang akan dipilih-. Perasaan saya nyampur antara seneng tapi juga sedih.. seneng soalnya semua yang terpilih itu sahabat-sahabat “diskusi” saya, tapi sedih juga, cz ketika masuk d dunia “politik” spt itu, berarti secara nggak langsung mereka nantinya juga bertanggung jawab pada semua kegiatan yang ada di FK UNDIP,, termasuk yang berbau ”nyrempet2 maksiat”. Masalahnya walaupun ada d posisi tertinggi -posisi ketua senat nanti ad d salah satu dari mereka, cz skrg giliran ’06- mereka (senat dan bem) ttp krg bisa berbuat banyak kalo acaranya bermodel mandat angkatan (co:PORSENI,&KEMBAK),karena menurut pengalaman saya slama 2X kpengurusan d bem, d acara2 spt itu ego angkatan lah yang akan berbicara, dan spt model demoCrazy lainnya..kalo suara terbanyak sudah A, ya jadinya A... Sayangnya acara2 td merupakan acara2 yang termasuk punya grade tertinggi alias paling tinggi gengsinya,cz menyangkut gengsi angkatan juga. Kalo kita nggak ngikut jadi panitia d acara tersebut waktu angkatan kita lagi jatah ngadain acara itu, pasti nanti ada koment2 dari sekeliling.. serba salah juga akhirnya…
By the way… intinya apapun hasil PEMIRA ini, semoga menjadi yang terbaik bagi semuanya..
–untuk sahabat-sahabatku, selamat berjuang!!! Semoga di ridhoi oleh Allah..& ttp smangat buat Tholabul ‘ilmi.... y! ingat! “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”Qs.17:36 –
Pojok kamarku,12 Desember 01.10 WIB.
Read More..Selasa, 09 Desember 2008
STRASBOURG (Arrahmah.com) - Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa menyatakan mendukung larangan jilbab di sekolah-sekolah yang diterapkan negara Prancis. Mahkamah itu menyatakan, larangan jilbab tersebut tidak melanggar ketentuan hak asasi manusia di Eropa.
"Mahkamah menilai tujuan dari pembatasan yang dilakukan terhadap mereka yang ingin menjalankan perintah agamanya adalah untuk memenuhi syarat dari konsep sekularisme yang berlaku di sekolah-sekolah umum," demikian pernyataan Mahkamah HAM Eropa.
Prancis mulai memberlakukan larangan jilbab di sekolah-sekolah pada tahun 2004. Negara itu menilai hijab tidak cocok dengan mata pelajaran yang membutuhkan keleluasaan bergerak secara fisik. Larangan itu memicu perdebatan panas terkait kebebasan dan kesetaraan yang digembor-gemborkan negara-negara Eropa.
Sebelum ada larangan jilbab, tepatnya tahun 1999, dua siswa Muslim berusia 11 dan 12 tahun di Prancis dikeluarkan dari sekolahnya karena menolak melepas jilbabnya saat pelajaran olahraga. Kedua siswi itu membawa kasus tersebut ke pengadilan dan menuding pihak sekolah telah melanggar hak kebebasan beragama dan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan. Namun pengadilan malah mendukung keputusan sekolah mengeluarkan dua siswi tersebut.
Mahkamah HAM Eropa yang berlokasi di Strasbourg menilai keputusan sekolah mengeluarkan dua siswi itu bukan tindakan diskriminasi, karena tindakan itu diambil atas dasar konsep sekularisme yang berlaku di sekolah tersebut dan bukan karena keberatan dengan agama yang dianut kedua siswi itu. (Hanin Mazaya/iol/eramuslim)
Read More..Sabtu, 06 Desember 2008
ngenet lagi...>!!! hot spot oke!
-kembali k topik awal- saat ini jam 21.40. d lobby kampus ada 8 orang-termasuk saya- yang lagi ngenet manfaatin hot spot. g seperti biasanya, kali ini koneksi yang saya rasakan luar biasa cepat. alhamdulillah, cz biasanya klo yang make lebih dari lima udah ada gangguan... tapi kali ini kecepatannya mpe 900-an Kbps & tadi nyobain download2, 10mb g ad 1 menit.
moga aja ini g hanya malam ini aj, tapi bisa konsisten buat seterusnya....
-makasi buat mas panut yang selalu ku repotkan untuk mbenerin router yang selalu d "bajak" orang- Read More..

