Jumat, 17 April 2009

ketika akhirat dipertaruhkan..

Tulisan ini tidak untuk membahas tentang bagaimana pandangan saya dalam pemilu kemarin. tetapi saya menulis ini, lebih karena bentuk keprihatinan saya terhadap akibat & kerusakan2 yang ditimbulkan oleh sebab PEMILU itu.

miris rasanya melihat kekisruhan2 yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari caleg stres, rebutan koalisi-baca kekuasaan-, politik uang, sampai yang paling ekstrim ada caleg yang bunuh diri gara2 mimpi kosongnya tidak tercapai. ini semua karena apa? ya!, karena butanya mata hati sebagaian saudara kita guna menghadapi suatu hajatan besar yang menghabiskan dana lebih dari 41T, dan ujung-ujungnya karena menginginkan jabatan.

kebanyakan dari mereka yang streess itu, pastinya sudah terjebak pada "gemerlap"nya sistem kufur yang menjanjikan "surga" duniia. mereka rela mengorbankan ratusan juta untuk kampanye, demi terpilih jadi anggota dewan, bagaimana tidak? jika d total, penghasilan per tahun anggota dewan bisa mencapai >500 jt. tentunya itu bukan jmlh yang sedikit. sayangnya karena terpedaya oleh besaran nominal itu, mereka jadi lupa tujuan apa sebenarnya yang harus mereka capai.

mereka menjadi orang2 yang berebut kekuasaan dan berlomba-lomba meminta jabatan kpd rakyat.Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah radhiallahu ‘anhu: “Janganlah engkau (berambisi) mencari kepemimpinan, karena sesungguhnya hal itu adalah kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat nanti.” (Gabungan dua hadits shahih riwayat imam al-Bukhari (no. 6248) dan Muslim (no. 1652), dan riwayat Muslim (no. 1825)).

belum lagi ttg hukum awal dari demokrasi di indonesia ini yg sebenarnya harus selalu kita "gugat". Bayangkan, uang sebesar >41 T itu jika d dayagunakan untuk kepentingan rakyat. banyak hal yang bisa d dapat. nah jika dalam cara untuk meraih posisi itu sudah banyak melakukan "kejahatan"2 apalagi ketika nanti menjadi anggota dewan beneran? orang-orang yang masuk d parlemen harus hati2 sbab -jika dia muslim- jika dalam memutuskan sesuatu dia melawan ketentuan yang sudah Allah jelaskan keharamannya dan dia sadar akan apa yang d lakukannya, bisa2 syahadatnya jadi rusak.

Hanya untuk mendapatkan kenikmatan dunia. bisa2 akhirat kita tergadai. oleh karena itu, masihkah kita ingin tertipu oleh dunia?

Comments :

0 komentar to “ketika akhirat dipertaruhkan..”

La ilaha illallah.. Muhammad Rasulullah

La ilaha illallah.. Muhammad Rasulullah
Isyhadu bi Ana Muslimun..

pengunjung

Website counter

Ngasi Makan ikan yuk (klik 2X pada gambar)

 

Copyright © 2009 by Sang Petualang