Selasa, 23 Juni 2009

Menyemai cinta di taman surga..

Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis ilmu)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)



Mengingat masa lalu memang tidak ada salahnya.. apalagi kalau untuk di jadikan bahan renungan dan perbaikan untuk masa yang akan datang. sekitar 5-6 tahun yang lalu (pertengahan 2003), bisa jadi merupakan saat - saat yang paling menentukan dalam hidup saya. ketika itu, alhamdulillah saya di terima masuk di SMA N 5 semarang,, sebuah sekolah yang termasuk favorit di kota saya. Walaupun masih kalah pamor dari SMA N 3, yang letaknya bersebelahan,, tetapi waktu itu, saya harus bersaing dengan lebih dari 1000-an siswa yang ingin masuk juga di SMA 5, dan alhamdulillah saya termasuk dari 320 siswa yang lolos seleksi.

di sekolah inilah saya menemukan banyak sekali kenangan indah, mulai kenal dengan Organisasi,, sampai mulai tertarik dengan islam secara lebih lagi. masih lekat di ingatan saya sahabat - sahabat yang luar biasa semangat untuk mencari dan mengamalkan ilmu dien. dari yang ringan sampai pada haL- hal yang mungkin masih belum biasa bila dipandang oleh masyarakat awam. apalagi waktu itu (kalo ga salah) di semarang sedang hangat-hangatnya penangkapan para aktifis muslim yang tertuduh sebagai "Teroris". kondisi itu sedikit banyak juga berpengaruh pada kami saat itu. teman - teman yang ingin sedikit mengamalkan sunnah dari Nabi SAW pada dirinya, mendapat berbagai selentingan, dari yang halus sampai yang sangat kasar. sayapun waktu itu punya julukan baru, "BANDOT", yahh,, waktu itu jenggot di dagu saya memang sudah tumbuh, padahal masih kelas 1 SMA. ironisnya, yang memberi julukan itu justru guru saya,, yang notabene merupakan salah satu pengurus Ormas islam terbesar di negri ini. masih banyak lagi cibiran lain, mulai dari dikatakan kambing sampai orang kebanjiran. Tapi itulah tantangannya,, apalagi orang atau teman-teman yang mencibir tadi rata-rata belum tahu dasar kami melakukan hal itu, dan rata-rata setelah berdiskusi atau di beri penjelasan mereka bisa menerimanya. Yang jelas, masa - masa itu bisa di katakan sebagai masa pencarian saya untuk mencari secercah cahaya dari-Nya, juga sebagai masa ujian bagi saya meninggaLkan dunia saya sebelumnya yang seperti dunia anak muda/teman - teman saya kebanyakan (ketika SMP saya hobi sekali ngeband).

yah,, mengenang masa lalu terkadang memang perlu untuk sedikit mengingat perjuangan yang sudah di lakukan. akan tetapi kita tidak boleh terjebak di dalamnya,, karena masa depan masih sangat panjang. ibarat spion pada kendaraan, kita tidak mungkin terus menerus melihatnya untuk mengemudikan kendaraan kita. akan tetapi sesekali dan bahkan pada waktu - waktu tertentu kita harus melihat spion, jika ingin selamat dalam mengemudikan kendaraan kita.

sepulang dari semirang ungaran,, semoga bisa selalu istiqomah..
30 Juni 2009; dini hari

Comments :

1
Usman Jambak mengatakan...
on 

Yups....Jadikanlah pengalaman masa lalu sebagai spion bagi perjalanan ke depan..

La ilaha illallah.. Muhammad Rasulullah

La ilaha illallah.. Muhammad Rasulullah
Isyhadu bi Ana Muslimun..

pengunjung

Website counter

Ngasi Makan ikan yuk (klik 2X pada gambar)

 

Copyright © 2009 by Sang Petualang