Minggu, 16 Agustus 2009

kapan nikah???


Beberapa minggu yang lalu ada sms menarik yang dikirim oleh sahabat saya. “mas budi kemarin sudah menikah, mas iwan(dua-duanya bukan nama sebenarnya) juga sudah. Kamu kapan?”. di antara kami (saya dan kawan2 kuliah), hal ini (pernikahan) dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi tema menarik untuk dibicarakan. Saya juga heran kenapa, mungkin karena memang sudah waktunya bagi kami untuk mulai memikirkan hal itu, dan menjadikanny prioritas untuk dilaksanakan. Dalam perjalanan pulang dari solo (nengokin ponakan) tadi, bapak dan ibu saya juga bilang, “kalo sudah ada, tidak usah nunggu lulus dulu nggak papa. Yang penting kuliahnya bisa selesai, dan tidak di tinggal.”.


Entah kenapa, tiba – tiba banyak yang membicarakan masalah jodoh dan pernikahan. Nggak di status fb, ataupun obrolan-obrolan ringan. Ya, walaupun itu cuman bercanda sih,, tapi ada apa ini? apakah karena memang benar – benar membutuhkan, ato untuk seru-seruan saja? Untuk jawaban yang kedua,semoga tidak. Menikah memang merupakan salah satu impian yang pasti setiap orang punya. Akan tetapi tidak semudah itu untuk melaksanakannya. Butuh kekuatan mental yang cukup selain dukungan dari berbagai pihak juga. Menurut saya, pernikahan adalah hal yang sangat agung. Dan mempunyai misi yang besar. Jadi bukan perkara cepat atau tidaknya kita menikah,, akan tetapi bagaimana ketika menikah, kita bisa membawa pernikahan itu menjadi sebuah ikatan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Saling menguatkan, dan tidak menjadi beban. Pernikahan juga merupakan sarana dakwah yang sangat luar biasa, jika benar – benar dimanfaatkan. Minimal untuk keluarganya, karena pernikahan menyatukan dua keluarga yang bisa jadi mempunyai latar yang berbeda.

Jujur saja, sebenarnya saya juga ingin sekali menikah cepat. Apalagi ortu juga secara tidak langsung sedah menunjukkan tanda – tanda lampu hijau untuk menikah ketika sedang kuliah ini. rencana saya, 1 tahun kedepan saya harus sudah punya usaha yang bisa berdiri sendiri. Walaupun kecil, setidaknya bisa menjadi bekal. Sehingga ketika coass nanti niat itu bisa terwujud. Walaupun mungkin masih tetap membutuhkan bantuan orang tua. Toh, mereka sendiri yang menganjurkan, jadi saya pikir tidak menjadi masalah. Yang jelas, saat ini prioritas di kuliah dulu. Membereskan nilai-nilai yang selama ini sangat memalukan. Baru setelah ini konsen k tahapan selanjutnya. Dengan siapa? Huhu,, dengan calon istri dong! Siapa pun itu, asalkan bisa menjadi penjaga, penguat, serta pelengkap separuh agama saya.

Kembali ke pertanyaan, Kapan nikah? Saya jawab, Insya Allah secepatnya ketika Allah sudah menghendaki saya untuk menikah.

Untuk bidadariku, dimanapun dirimu saat ini. Nantikanku di batas waktu beibs!! Hehe..

20.50 WIB. 16/8/09.

Comments :

5 komentar to “kapan nikah???”

NURA mengatakan...
on 

salam sobat
ya kapan saja ,,yang penting sudah ada pasangan yang cocok dan sudah ada penghasilan, agama sudah seiman dan siap mental serta sudah niat.

NURA mengatakan...
on 

salam sobat,trims ya sdh follow
saya ALJUBAIL.S.A dekat DAMAM,,kalau ke MEKKAH MADINAH naik pesawat dari bandara DAMAM cuma 1 jam tp kalau ikut rombongan bis 1 malam..lumayan ya jauhnya,,,,

lidya mengatakan...
on 

sabar aja kali ya :)

mie mengatakan...
on 

Nantikanku di batas waktu beibs!!
==>eduuuuuunn!!
beibS?
cermati lagi
beibS?
pake S?
kamu mau minta berapa fik~~?

mie mengatakan...
on 

Nantikanku di batas waktu beibs!!
==>eduuuuun!!
beibs?
cermati lagi
beibS?
pake S?
kamu mau minta brapa fik~~?

La ilaha illallah.. Muhammad Rasulullah

La ilaha illallah.. Muhammad Rasulullah
Isyhadu bi Ana Muslimun..

pengunjung

Website counter

Ngasi Makan ikan yuk (klik 2X pada gambar)

 

Copyright © 2009 by Sang Petualang